July 21, 2009 • No Comments
Mawar di gurun
Berbekal harapan
Mampu bertahan
Tanpa hujan
Bagimu aku tepian kecil
Tempatmu membasuh tangan dan mencuci kaki
Setelah jalan berdebu kaulewati
Tinggal bagiku meratapi
Jejak tersisa
Mengenang singgahmu di sini
Sesekali berharap musim berganti
Membawamu
Kembali ke tepian ini
July 21, 2009 • No Comments
kisahkan aku pada malam
pada senja
pada hatimu
karena sejak kumabuk oleh kehadiranmu
seolah semua luka
benci
dan harapan
bercampur dan bangkit
meneguhkan sebuah keinginan
untuk meraih malam-malam
yang sempat kutinggalkan
kisahkan aku pada malam
yang bisa membawaku terbang menyentuhmu
berbagi hasrat, kesadaran, keterpendaman,
kedewasaan, kekanak-kanakan,
kelemahan,
kekuatan.
kisahkan aku pada malam
yang bisa mengantarku
menyunting sebuah hati
sebuah arti
menepis dukamu, dukaku
July 21, 2009 • No Comments
SAAT KAU DAN AKU ADALAH KITA
Langit jingga bersaksi atas janji-janji kita,
sepasang merpati yang asyik menanam kata
menitipkan senyum pada batang padi
saat dudukduduk menjelang senja
memandang ladang
Ah…
Perjalanan ini begitu sederhana
July 21, 2009 • No Comments
DI SANA KITA BERCERMIN BERDUA
“Petualangan ini mesti diakhiri, Jelita. Tanpa kemurnian
wanginya tak berarti,” ucapku.
Membuang sauh aku telanjur membangun asa. Kau tertambat
di sana. erat dan dalam.
Tertatih kau memercik bening….
: “Kau berbisa!” perihmu.
Kemudian aku benar-benar pergi.
“Hatimu selalu kimiliki, Adab!” serumu, sendu memandang kepergianku.
Enggan aku berpaling. “Aku tak punya hati, Jelita!”
(karena itu aku meminta hatimu)
Senja pertama kau temukan aku tiada
Kemudian kau pelihara dendammu. Agung, kokoh,
Dan abadi.
(armydian, Februari 1998)
June 3, 2009 • No Comments
surprise! surprise! dapat reebok dahsyat kado ultah dari mi mi.

sepatu basket dari mi mi
June 3, 2009 • No Comments
beberapa jam di bandung, pengujung Mei bersama istri tercinta. terlampiaskan sudah rindu ini. jalan kaki ke mana-mana serasa bukan orang bdg saja. 

ga mood makan, minum aja