12 Jam Depok-Bandung
dasar memang sudah niat sebener2nya niat, akhirnya jadi juga gw ngegeber megapro 2003 gw untuk perjalanan depok-bandung seharian tadi. Ga hanya karena penasaran gmana rasanya touring, tp jg karena gw butuh motor buat mobilitas selama di bandung 7 hari ke depan.
maka jam 10.00 pamitlah gw sm istri tercinta yang sudah berbaik hati mempersiapkan barang-barang kebutuhan gw selama di bdg dalam 2 tas punggung. Jalur perjalanan sudah dipelajari dari kemaren2. Start dari depok maharaja lewat kali malang, bekasi, cikarang, karawang, cikampek, purwakarta, lembang, bandung.
cuaca sangat cerah menemani perjalanan depok-jakarta-bekasi-karawang. sampai di karawang sekitar jam 12.00 langsung merapat ke kantor pemkab. di sana sudah menunggu raden, wartawan sindo di karawang. raden lantas “menggiring” gw ke kosannya. teh botol dingin menyambut di sana. glek glek glek. ah, segerrr.lumayan melepaskan dahaga sepanjang perjalanan tadi.
kira-kira sejam gw ngaso di kosan raden. kosannya keren cing. lega banget, adem, kamar mandi di dalem, tapi sewanya hanya Rp350.000 sebulan. cowok cewek lagi! pantesan raden betah di karawang. seenggaknya, tiga cewek yang kamarnya hadap2an sm kamar raden (satu di antaranya sudah married) mampu membuat adik angkatan gw waktu kuliah ini terpesona dan akhirnya terinspirasi untuk …..
Yah, setelah sekitar satu jam ngaso dikosan raden, sekitar jam 13.00, kami berdua meluncur menuju second destination: rumah reporter sindo di purwakarta, asep supiandi.
seperti perjalanan depok-karawang, cuaca benar-benar mendukung. ga terlalu panas, juga ga mendung2 amat. jalanan cenderung lengang. hanya satu dua truk besar melintas. sekitar satu jam di jalan, jam 13.00 sampailah kami di depan mapolwil purwakarta. meeting point yg telah disepakati dengan mr asep.
dari sana kami langsung geser ke rumah mr asep. ngobrol tentang nasib koran, nasib karyawannya, sampe topik lain yg ga penting semakin hangat ditemani kopi seduhan mrs asep dan gorengan plus saos, juga garapan mrs asep.
menyadari mendung sudah menggelayut (yang menggelayut mendungnya lho, bukan yang laen) di langit purwakarta, jam 15.00 kami pun permisi melanjutkan perjalanan menuju lembang. asep’s family membekali kami oleh2 khas purwakarta simping sari raos. masing2 satu plastik besar. nuhun pisan ah kang asep.
memasuki wanayasa, kawasan yg paling keren di purwakarta karena pesona alamnya yang sangat indah, hujan lebat & angin kencang menyambut kami. meski membekali diri dgn jas hujan, kami memilih berteduh dulu di emperan sebuah warung. pisang aroma & keripik singkong menemani obrolan ga penting kami saat menunggu hujan berhenti.
menjelang magrib, saat ujan udah rada reda, kami pun melanjutkan perjalanan. gw & raden melapisi diri dengan jas ujan. ternyata cuaca memang tak berpihak pada kami. di tengah jalan ujan semakin lebat. tapi karena udah kagok basah kuyup, kami memutuskan terus melaju.
selepas pertigaan jalan cagak, kabut tebal menemani hujan lebat. maklum, kami memasuki dataran tinggi. jarak pandang kira2 hanya 10 meter.itu pun sudah menyalakan lampu jauh. kami berjalan sangat pelan2 karena kendaraan lumayan ramai, dari belakang maupun dari depan. sedang ujan lebat dan kabut, masih aja banyak truk dan bus yang dipacu edan2an.
brrr, hawa begitu dingin dan benar2 terasa sampai ke tulang. gw menggigil. kami pun akhirnya mampir di warung jagung bakar di pinggir jalan. kopi dan indomie rebus lumayan membuat badan kembali hangat. sekitar jam 19.30 kami meneruskan perjalanan ke lembang. saat itu hujan udah ga sederas sebelumnya. tapi kabut tebal kayaknya masih betah menemani kami.
hingga akhirnya kami tiba di lembang sekitar jam 20.15. sambutan orangtua raden begitu hangat. lebih anget dari indomi dan kopi di warung jagung bakar tadi. nyokapnya raden banyak cerita tentang putra bungsunya. lumayan, ada rahasia2 pribadi raden buat bahan celaan. he he he.
sesudah menghabiskan (lagi) secangkir kopi, sekitar jam 20.30 kami berangkat ke warnet. raden harus kirim berita. setelah ngedit 2 materi yang dibuat raden (1 berita buat senin, 1 box buat selasa) dan mengirimnya ke jakarta, gw pamit meneruskan perjalanan ke kantor biro di bdg. raden gw tinggal di warnet dengan seorang gadis yang menemuinya di sana (soal ini, kuat dugaan raden dan gadis itu sudah janjian sebelumnya). raden ga memperkenalkan gadis itu sebagai pacarnya. tapi selama di depan komputer, mereka keliatan intim banget. lengket kayak perangko. wah, bahan gosip lagi nih. he he
jam 21.00 lewat gw cabut ke bandung. ujan tinggal menyisakan genangan di jalanan. bahkan rintik-rintiknya pun sudah pergi. meski tak sedingin perjalanan sebelumnya, tetep aja gw ga betah lama2 terus di luar. motor gw pacu agak cepat. ga sampai jam 22.00 gw udah sampai di kantor biro.
di kantor masih ada ogi, raka, mas eko, kang dede, arif, dan kang opik. setelah saling say hi, gw mandi kemudian berlanjut dengan ngobrol hal2 berat secara ringan. apalagi kalau bukan persoalan kantor dan koran.
menjelang tengah malam, satu per satu awak sindo pamit pulang. di antaranya ada yg terpaksa gw “usir” spy jangan pulang terlalu tengah malem. setelah mas eko & arif berangkat utk meliput detik2 peringatan hari pahlawan di cikutra, ogi & kang dede akhirnya pamitan. raka & opik udah duluan bbrp menit sblum mereka.
tinggal gw sendiri di depan komputer ini dan rasa takjub karena ga ngerasa pegal & capek sedikitpun setelah 12 jam perjalanan seharian. sebentar lg komp ini gw shutdown lalu gw naik ke mushola di atas yang karpetnya biasa jadi “kasur” gw kalo harus bermalam di kantor biro.
Thank’s God udah mengiringi perjalanan gw hingga selamat sampai di bandung & motor ga ada rewel sedikitpun.
wah, mulai kerasa ngantuk nih.
whoaaa…hhhhhhh
zzz…. zzz…. zzz…. zzz….

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.