itikaf
berakhir sudah.
setiap malam tidur di mushola lantai 2 kantor seperti orang lg itikaf
setiap hari memperhatikan cara kerja reporter & kepala redaksi di bandung
membandingkannya dengan cara kerja tim redaksi sindo di jakarta.
pantesan ga pernah nyambung!
bandung & jakarta sama saja.
kronis! akut!
semua tau yg harus dilakukan tapi tidak dilakukan
akhirnya kerepotan sendiri
dan saling menyalahkan.
oh betapa selama ini semua terlena untuk memanjakan ego masing2
habis waktu 3 tahun ini karena orang2nya sibuk ngurusin orang2 juga,
bukan ngurusin koran.
ada hasil yg sdh kutawarkan ke teman2 di bandung
dan setelah kumatangkan bakal kusampaikan ke tim di jkt.
sebenarnya itu hal2 mendasar sekali.
mau menyalahkan kondisi? silakan
take it or leave it!
fair.
kalau ga begitu, sindo ga pernah dewasa
dilahirkan, merangkak, belajar jalan, merangkak lagi
sindo bayi autis
ngajak perang tapi asik berkonflik di garis belakang
inginnya disusui terus
atasan dan bawahan sama saja.
hei, susu ibu sudah habis!
survive atau mati sekalian

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.