header image
 

Phinovea VI

DI SANA KITA BERCERMIN BERDUA

“Petualangan ini mesti diakhiri, Jelita. Tanpa kemurnian

wanginya tak berarti,” ucapku.

Membuang sauh aku telanjur membangun asa. Kau tertambat

di sana. erat dan dalam.

Tertatih kau memercik bening….

: “Kau berbisa!” perihmu.

Kemudian aku benar-benar pergi.

“Hatimu selalu kimiliki, Adab!” serumu, sendu memandang kepergianku.

Enggan aku berpaling. “Aku tak punya hati, Jelita!”

(karena itu aku meminta hatimu)

Senja pertama kau temukan aku tiada

Kemudian kau pelihara dendammu. Agung, kokoh,

Dan abadi.

(armydian, Februari 1998)

~ by armysindo on July 21, 2009.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.